Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Banner Harian Khazanah
Dunia IslamKomunitas

Peringati Hari Santri, Kakan Kemenag Kota Padang Ajak Alumni Jaga Persatuan dan Dukung Pengembangan Pesantren

×

Peringati Hari Santri, Kakan Kemenag Kota Padang Ajak Alumni Jaga Persatuan dan Dukung Pengembangan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kakan Kemenag Kota Padang Dr. H. Yasril, S.Ag., MA saat memberikan pengarahan di Pondok Pesantren Miftahul Huda pada Sabtu (24/10/2026). Ist

Padang, Hariankhazanah.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kemenag) Kota Padang Yasril, menghadiri peringatan Hari Santri 2026 di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan  pembekalan keimanan, akhlak, dan keterampilan santri.

Iklan
Example 300x600
Scroll Untuk Baca Artikel

Kemenag Kota Padang, Yasril, menekankan,  keimanan santri harus diwujudkan dalam hubungan dengan teman, guru, dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya akhlak dalam pendidikan pesantren. 

“Akhlak itu lebih tinggi ketimbang ilmu,” katanya.

Selain itu, Yasril juga menyoroti perlunya keterampilan ekonomi untuk menunjang kebutuhan keluarga, masyarakat, dan pesantren. 

“Yang ketiga yang harus dilaksanakan adalah harus punya skill dan keahlian, salah satunya ekonomi,”sebutnya.

Ia mengajak alumni menjaga persatuan dan mendukung pengembangan pesantren. 

“Para alumni ponpes harus bersatu untuk memajukan pesantren dimasa yang akan datang,” tuturnya

Ketua pondok pesantren (ponpes) Miftahul Huda KH. Muhammad Sodiqin, menekankan pentingnya pembinaan santri melalui Tri Sukses Generus, yakni alim-fakih, berakhlakul karimah, dan mandiri. 

“Santri perlu memahami ilmu agama, memiliki akhlak yang baik, dan  mampu hidup mandiri,” imbuhnya.

Baca Juga:  Keluarga Besar Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah Gelar Halalbihalal

Ia menjelaskan, pembentukan karakter membutuhkan keteladanan pengajar dan pembiasaan yang konsisten. Pembinaan tersebut mencakup kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerukunan.

 “Ilmu agama harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk menghormati para guru dan orang tua,” tandasnya.

Sodiqin yang juga merupakan Dewan Penasihat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Padang menekankan, perlunya keterampilan hidup dan penguasaan teknologi. 

 “Santri perlu dibekali keterampilan agar mampu bekerja, berwirausaha, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, wakil ketua DPD LDII Kota Padang Yulianto Nugroho menjelaskan, ada empat indikator moderasi beragama menurut Kementerian Agama (Kemenag) yang meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. 

“Menghargai perbedaan pendapat, keyakinan, dan cara pandang orang lain tanpa memaksakan kehendak adalah wujud moderasi beragama di Indonesia,” jelasnya.

Yulianto juga menekankan pentingnya kesetiaan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mengajak masyarakat menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan. 

“Kami warga LDII dan warga Ponpes Miftahul Huda menolak segala bentuk tindakan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, dalam menyelesaikan masalah atau menyebarkan ajaran agama,”ucapnya.

Baca Juga:  Khairunas Terpilih Jadi Ketua Partai Golkar Sumbar, Sekjen: Akomodir Seluruh Kelompok Sosial

Ia  berkomitmen untuk mewujudkan pesantren ramah anak guna membentuk generasi yang alim-fakih, berakhlak mulia, dan mandiri. (Murdiansyah Eko)