Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Banner Harian Khazanah
BeritaDaerahHeadline

KPPI Sumbar Serahkan Bantuan, Armiati: Pemerintah Harus Siapkan Data Warga Terdampak Banjir

×

KPPI Sumbar Serahkan Bantuan, Armiati: Pemerintah Harus Siapkan Data Warga Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
Ketua DPD KPPI Sumbar, Armiati bersama pengurus dan anggota saat menyerahkan bantuan dalam program Berbagi Bantuan kepada warga yang terdampak banjir bandang di kota Padang, Rabu (24/12/2025)

Padang, Khazanah — Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Barat menyerahkan langsung bantuan kepada warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh dan warga Kurao Pagang, Kecamatan Naggalo yang terdampak musibah banjir bandang di kota Padang dalam program “Berbagi Bantuan”.

Bantuan berupa sembako, uang tunai dan peralatan memasak tersebut diserahkan Ketua DPD KPPI Sumbar Armiati, Rabu (24/12/2025) langsung kepada warga yang terdampak banjir bandang di kota Padang didampingi para pengurus dan anggota KPPI Sumbar.

Iklan
Example 300x600
Scroll Untuk Baca Artikel

“Kami sengaja langsung menyerahkan bantuan tersebut ke warga yang terdampak banjir, agar bisa langsung diterima oleh warga yang membutuhkan. Selain itu kami juga ingin melihat secara dekat kondisi warga yang ditimpa musibah, tertama ibu-ibu yang paling merasakan dampak dari bencana ini”, kata Armiati kepada Khazanah melalui sambungan telpon.

Armiati meyakini bahwa saat ini banyak bantuan yang diberikan oleh para donatur menumpuk di posko dan tidak terdistribusikan secara baik ke warga yang benar-benar membutuhkan.

“Keluhan dari warga yang kami temui dilapangan, memang demikian, bantuan menumpuk di posko dan pembagiannya tidak merata, tidak sampai kepada warga yang membutuhkan, terutama kepada ibu-ibu”, ucap Ketua DPD KPPI Sumbar periode 2021 – 2026 tersebut.

Baca Juga:  Zuldafri Darma: Siswa/i SMAN 1 Sungai Tarab Dituntut Keseriusan dan Kegigihan Mengasah Potensi Diri

Melihat dan mendengar langsung keluhan ibu-ibu yang terdampak musibah banjir di kota Padang, membuat hati para politisi perempuan yang tergabung dalam KPPI Sumbar yang turun langsung ke lokasi bencana tersebut terenyuh, dan miris melihat kenyataan dilapangan.

“Sebagai sesama perempuan, kita sangat sedih dan prihatin melihat ibu-ibu yang berlari kesana, kesini mengejar mobil yang datang menyerahkan bantuan. Lalu memelas seperti mengemis kepada mereka yang datang, terkorbankan rasanya harga diri, sebagai perempuan, sedih kami melihatnya”, kata Armiati dengan nada parau, menceritakan saat berkunjung ke lokasi bencana bersama timnya.

Ia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan persoalan dilapangan dan menangani bencana ini secara baik dan terkoordinasi, terutama dalam hal pendataan warga yang terdampak bencana banjir, sehingga bantuan yang diterima sesuai kebutuhan dan terdistribusikan secara baik.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah data warga yang terdampak bencana. Kita tidak tahu persis siapa saja yang rumahnya hanyut terbawa banjir, siapa warga yang anggota keluarganya hilang, tidak ada datanya. Harus ada informasi yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran, jangan kita memberikan bantuan sembako, tetapi tidak bisa digunakan, karena kompor memasaknya tidak ada, penanak nasi tidak ada, bagaimana mereka bisa makan”, jelas politisi perempuan dari partai PPP Sumbar ini.

Baca Juga:  Pemkab Tanah Datar "Concern" Lestarikan Ikan Bilih Sebagai Ikan Endemik Danau Singkarak

Menurutnya, data itu sangat penting dan harus terpublikasikan dengan baik, sehingga masyarakat atau para donatur tahu apa yang harus mereka siapkan untuk disumbangkan.

“Saat ini media sosial sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, kenapa tidak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menginformasikan data yang akurat dan detail tentang warga yang terdampak banjir tersebut. Tinggal menugaskan RT, RW dan Lurah setempat, lalu diceck kebenarannya dan diekspos ke medsos serta media online, diawasi pelaksanaannya, pasti akan sangat membantu dalam penanggulangan bencana ini secara cepat,” lanjutnya.

Para donatur, lanjut Armiati pasti menginginkan bantuannya sampai kepada warga yang membutuhkan, sehingga akan bermanfaat.

“Jangan sampai mereka yang hanya rumahnya terkena banjir sedikit, namun mendapat bantuan lebih banyak, sementara ibu-ibu yang sudah tidak punya rumah dan berjuang untuk kelangsungan hidup keluarganya, tidak mendapatkan apa-apa, ini harus jadi perhatian”, tegasnya.

Saat ditanya Khazanah pendapatnya tentang status bencana nasional, Armiati menjawab sudah seharusnya pemerintah menetapkan bencana di Sumatera Barat tersebut sebagai bencana nasional, karena dampaknya sudah sangat luas dan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Meski Didukung Langsung Sang Penasehat di Agus Salim, Namun Semen Padang Gagal Ulang Sukses

“Bukan hanya jumlah kerugian atau jumlah korban jiwa yang dihitung untuk menetapkan status bencana nasional, tetapi dampaknya sudah sangat meluas sampai ke masyarakat yang tidak terdampak bencanapun terkana imbasnya, harga sembako naik. Tadi siang saya dapat kabar saat ini terjadi lagi banjir di Maninjau, kondisinya mengkhawatirkan, sementara pemerintah daerah belum sanggup memulihkan keadaan dan dampak bencana ini, karena keterbatasan anggaran, seharusnya pemerintah pusat mempertimbangkan hal ini”, pintanya.

Diakhir pembicaraan dengan Khazanah, Ketua DPD KPPI Sumbar Armiati menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota KPPI Sumbar yang telah berpartisipasi dalam program Berbagi Bantuan tahap pertama tersebut.

“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada anggota KPPI Sumbar yang telah memberikan bantuan serta tim yang langsung hadir ke lokasi bencana; Yeni S Tanjung (PDIP), buk Irawati  Meuraksa (PAN), Nurhasni (Golkar), buk Devi (PKB), buk Maiyofa (Gerindra), buk Linda (Golkar), buk Mila (Gerindra), buk Emma (Golkar) dan Nurmeli (PDIP). Insya Allah kita akan terus mengumpulkan donasi untuk warga yang terdampak banjir dan akan kita serahkan ditahap berikutnya”, tukas Armiati menutup pembicaraan melalui sambungan telpon dengan Khazanah. (JJ)