Padang, Harian Khazanah – Banjir Bandang yang melanda kota Padang pada 27 dan 28 November 2025 lalu menelan banyak korban jiwa, ratusan rumah hancur, sawah dan fasilitas umum rusak berat. Update dari BNPB mencatat 11 orang meninggal dunia, luka-luka 31 orang, puluhan ribu orang mengungsi, 580 rumah rusak berat 24 fasilitas umum rusak, 2 puskesmas, 17 sekolah, 5 mesjid dan 3 jembatan.
Bencana di kota Padang tersebut juga berdampak pada beberapa karyawan Dalas Swalayan dan Smile Market (DS Group), rumah mereka dihantam banjir, bahkan ada rumahnya hilang tersapu banjir bandang.
“Rumah kami hilang, hanyut semua dibawa banjir galodo dan hantaman kayu besar, tidak ada yang tersisa,” tutur Rani, salah seorang karyawan Dalas Swalayan kepada tim dari DS Group yang berkunjung ke rumah tempat ia mengungsi bersama keluarga di kawasan by pass Padang, Sabtu (08/12/2025)
Rumah Rani di kawasan Batu Busuk, Lambung Bukik, kecamatan Pauh kondisinya rata terbawa banjir, dan lokasi tersebut sekarang sudah tidak bisa dibangun kembali, karena dinyatakan daerah rawan bencana aliran banjir bandang, sehingga warga tidak diperbolehkan membangun kembali atau tinggal disana.
Tidak hanya Rani yang terkena musibah, Sonia salah seorang karyawan Smile Market (DS Group) yang juga tinggal di kawasan Batu Busuk mengalami hal yang sama, rumahnya tidak bisa ditempati, karena berada di pinggir tebing yang setiap saat bisa runtuh dan menghantam rumahnya.
“Gak bisa ditempati lagi rumahnya, sudah dilarang tinggal disana, karena rawan longsor dan banjir bandang yang setiap saat bisa saja terjadi”, ungkap Sonia yang terpaksa mengungsi beberapa hari di masjid At-Taqwa Kapalo Koto bersama ratusan warga lainnya.
Ari, karyawan Dalas Swalayan rumahnya berada di kawasan Pasar Baru, Cupak Tangah, kecmatan Pauh juga terdampak banjir bandang yang membawa tumpukan lumpur ke dalam rumahnya yang posisinya bersebelahan dengan SMA Negeri 9 Padang yang juga terdampak banjir.
“Hampir setinggi pinggang lumpur dalam rumah, semua perabotan hancur dan barang elektronik rusak, gak ada yang bisa dipakai lagi, tidak ada air bersih, air PDAM dan listrik juga mati”, ujar Ari sambil menunjukkan lokasi rumahnya yang terendam lumpur kepada tim manajemen Dalas Swalayan yang berkunjung kesana.
Kedatangan tim manajemen Dalas Swalayan ke lokasi bencana tersebut untuk melihat dari dekat kondisi karyawan dan keluarganya yang terdampak banjir bandang dan menyerahkan bantuan dari perusahaan dan karyawan DS Group.
“Kami datang ke sini untuk melihat saudara kami, karyawan Dalas Swalayan dan Smile Market yang terkena musibah banjir. Atas nama pimpinan dan seluruh karyawan, kami menyampaikan rasa prihatin dan berduka terhadap musibah yang menimpa, semoga keluarga tetap sabar dan terus berusaha memperbaiki kondisi ini”, kata Neneng Hasanah, Store Manager Smile Market didampingi karyawan lainnya saat menyerahkan bantuan kepada keluarga karyawan yang terdampak banjir.
Bantuan berupa sembako, pakaian dan uang tunai diserahkan kepada 3 orang karyawan, Rani, Sonia dan Ari yang diterima langsung oleh orang tuanya.
“Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat membantu meringankan beban keluarga yang terkena musibah, dan teman-teman bisa kembali bekerja seperti biasa”, ucap Neneng mewakili manajeman DS Group.
Sementara itu, pimpinan Dalas Swalayan Irawati Meuraksa yang dihubungi Khazanah sedang berada diluar kota untuk suatu tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
“Saya kemairn sudah menghubungi anak-anak saya, karyawan DS Group yang terdampak banjir bandang dan menyampaikan turut prihatin terhadap musibah yang menimpa”, ujar Irawati dari sambungan telpon.
Ia berharap kondisi ini akan cepat pulih dan karyawan yang terdampak banjir bisa kembali bekerja, dan mohon maaf tidak bisa ke sana, karena sedang berada diluar kota. (JJ)








