Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Banner Harian Khazanah
Dunia Islam

Buka Munas X LDII, K. H. Chriswanto Santoso Soroti Kebijakan Pemerintah

×

Buka Munas X LDII, K. H. Chriswanto Santoso Soroti Kebijakan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Hariankhazanah.com — Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), KH Chriswanto Santoso menyoroti kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi saat melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) X di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2026).

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), di tengah tekanan global. Tak hanya itu, ia juga menilai kondisi tersebut, berbeda dengan sejumlah negara lain yang telah menerapkan kebijakan penghematan energi secara ketat.

Iklan
Example 300x600
Scroll Untuk Baca Artikel

Hal ini sebagai bentuk dukungan sehingga, ia mengajak masyarakat, khususnya warga LDII, untuk berperan aktif dalam penghematan energi sebagai bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara.

Disebutkannya, LDII sebagai bagian dari komponen bangsa yang memiliki tanggung jawab agar terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. 

Menurutnya, situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya tahan nasional, khususnya di sektor pangan.

“Mengacu pada Asta Cita, salah satu prioritas adalah ketahanan pangan. Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus mampu bertahan,” katanya.

Baca Juga:  KH. Ma'ruf Amin: Bila Dikelola dengan Baik, Wakaf dapat Menyelesaikan Permasalahan Sosial

Alumni Newcastle University ini menjelaskan, Munas X ini menjadi momentum strategis untuk menilai kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program ke depan.

Dikatakan, Munas X LDII mengemban sejumlah tugas penting, mulai dari evaluasi kepengurusan, penyusunan program umum organisasi, hingga pemberian rekomendasi untuk berbagai isu strategis nasional.

 “Selain itu, di forum tertinggi LDII ini, kami juga akan memilih kepengurusan baru untuk periode selanjutnya,” sebut pria yang lahir tahun 1962 ini. 

Pria asal Jawa Timur ini menuturkan, LDII sebagai bagian dari komponen bangsa memiliki tanggung jawab untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional. 

Menurutnya, situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, menjadi pengingat penting bagi Indonesia untuk memperkuat daya tahan nasional, khususnya di sektor pangan.

“Mengacu pada Asta Cita, salah satu prioritas adalah ketahanan pangan. Dalam kondisi global seperti sekarang, kita harus mampu bertahan,”imbuhnya.

Dihadapan para peserta, KH Chriswanto, memaparkan delapan klaster pengabdian LDII untuk Indonesia. Klaster pertama adalah kebangsaan, yang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan bagi sumber daya manusia LDII. Kedua, dakwah keagamaan sebagai penguatan nilai spiritual masyarakat.

Baca Juga:  Mantan Garin Musala Teladan, Ampang Karang Ganting itu Dipercaya Nahkodai Kemenag Sumbar

Ketiga, sektor pendidikan yang dipadukan dengan nilai agama untuk membentuk karakter bangsa. Ia mencontohkan pengembangan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren Minhajurrosyidin sebagai miniatur pendidikan LDII.

“Sinergi pendidikan dan agama mampu melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing, termasuk yang berkiprah di tingkat nasional. Bahkan, tamu kita. Lulusan pendidikan dan pondok pesantren, alhamdulillah bisa jadi Menteri haji dan Umrah RI yaitu KH Irfan Yusuf dan Alhamdulillah ada juga Irjen Pol. Purnawirawan R. Ahmad Nurwakhid, bisa menjadi Jenderal,” ujarnya.

Klaster keempat adalah energi terbarukan. Dimana LDII, melalui sejumlah pondok pesantren seperti Minhajurosyidin dan Wali Barokah, telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bentuk dakwah bil hal dan dukungan terhadap program pemerintah.

Kelima, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, yang diwujudkan melalui pengembangan tanaman sorgum di Blora. Keenam, pengembangan kesehatan herbal. Ketujuh, pemanfaatan teknologi digital. Dan kedelapan, penguatan ekonomi syariah. 

KH Chriswanto menegaskan, LDII akan terus mendorong warganya untuk berkontribusi nyata bagi bangsa melalui berbagai sektor tersebut. Ia juga mengutip pesan Jaksa Agung Muda Intelijen pada Rakernas LDII 2023 yang mendorong LDII untuk tetap fokus dalam melakukan kebaikan.

Baca Juga:  Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Gelar Silaturahmi dengan Insan Pers

“Indonesia harus menjadi lebih baik. Kita harus terus berbuat sesuatu yang positif dan menunjukkan kontribusi nyata untuk bangsa. (Murdiansyah Eko)