Agam, Hariankhazanah.com – Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rizki Pratama menegaskan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi Indonesia dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Gurah, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kegiatan sosialisasi tersebut juga menghadirkan perwakilan Badan Gizi Nasional, Frinadyani yang memaparkan kebijakan serta implementasi program MBG tahun 2026 kepada masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ade Rizki Pratama menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik akan memberikan dampak positif terhadap konsentrasi belajar anak, pertumbuhan fisik, serta perkembangan kognitif secara optimal.
Ia juga menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi anak, tetapi juga membawa dampak luas bagi perekonomian masyarakat.
Dikatakan, melalui keterlibatan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan, program MBG diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang produktif di daerah.
“Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan, tetapi investasi besar untuk masa depan bangsa. Dari Balai Gurah ini kita tegaskan bahwa negara hadir menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Hasilnya mungkin tidak terlihat dalam waktu singkat, tetapi dalam 10 hingga 20 tahun ke depan kita akan merasakan dampaknya,” ujar Ade Rizki Pratama, Sabtu (7/3/2026).
Sementara itu, Frinadyani dalam pemaparannya menjelaskan, Program MBG merupakan program strategis nasional yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah.
Menurutnya, program ini dikembangkan dengan pendekatan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari penetapan standar komposisi gizi nasional hingga perhitungan kebutuhan sumber daya lokal di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Proses tersebut, jelasnya, dilakukan melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas.
“Program Makan Bergizi Gratis identik dengan produk lokal dan menjadi cerminan kemandirian serta ketahanan pangan daerah, karena setiap menu dirancang sesuai standar gizi nasional dengan memanfaatkan bahan baku yang tersedia di wilayah setempat,” jelasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Agam dapat memahami secara lebih luas manfaat Program Makan Bergizi Gratis serta berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaannya.
Program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata tidak hanya dalam peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga dalam penguatan ekonomi daerah serta pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. (Murdiansyah Eko)








