Padang, Hariankhazanah.com – Mantan Wakil Presiden Ri, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, potensi wakaf di Indonesia sangatlah besar, sehingga pemerintah maupun pihak terkait, perlu mengedepankan penanganan yang lebih baik, kelembagaan yang kuat hingga peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pengelola.
Mantan Wakil Presiden periode 2019-2024 diera Presiden Joko Widodo itu juga menuturkan, pengelolaan wakaf yang belum maksimal menjadi alasan utama sehingga, belum tergarap.
“Pengelolaan wakaf yang modern dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perguruan tinggi, rumah sakit, suntikan dana bagi usaha mikro kecil dan menengah hingga investasi global yang bertujuan untuk memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi umat,” kata KH. Ma’ruf Amin dalam Konferensi Wakaf Internasional dalam rangka hari jadi Sumatra Barat (Sumbar) ke 80 dan 100 tahun pondok modern Darussalam Gontor di hotel Truntum Kota Padang, Sabtu (15/11/2025).
Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2024-2029 ini menjelaskan, kegiatan Konferensi Wakaf Internasional yang digelar dua hari, menjadi literasi yang kuat bagi Indonesia terutama Provinsi Sumbar.
“Wakaf ini tidak hanya sebatas tentang keagamaan saja, tetapi juga pengembangan ekonomi yang berkelanjutan,” tandasnya.
Lebih lanjut disebutkan, apabila wakaf betul-betul dikelola dengan baik, maka permasalahan- permasalahan sosial seperti kemiskinan di Indonesia dapat diatasi.
Sementara Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid menyoroti besarnya potensi wakaf nasional. Kajian Badan Wakaf Indonesia (BWI) memperkirakan potensi ekonomi wakaf Indonesia mencapai Rp2.000 triliun per tahun.
Namun nilai wakaf yang berhasil dikelola baru sekitar 0,17 persen dari keseluruhan potensi.
“Pemanfaatan wakaf secara produktif memerlukan dukungan tata kelola yang lebih inovatif dan terbuka terhadap kerja sama internasional,” pungkasnya.
Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA, menyambut baik wakaf internasional.
“Semoga ada hasil dari pertemuan ini dan bermanfaat bagi masyarakat,”ungkap mantan imam besar Masjid Istiqlal.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyedi Ansarullah mengatakan, sejarah panjang dalam tradisi wakaf dan pendidikan Islam, dimana banyak masjid, pesantren, dan lembaga pendidikan berdiri di atas tanah wakaf.
“Melalui konferensi ini, diberharapkan lahir kolaborasi baru untuk memperkuat peran Sumbar dalam pengembangan wakaf produktif dan ekonomi syariah,” imbuhnya.
Kegiatan wakaf internasional yang bertajuk wakaf untuk pembangunan berkelanjutan digelar dari 15 hingga 16 November 2025, dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan juga dari ke Arab Saudi. (Murdiansyah Eko)








