<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Tokoh &#8211; Hariankhazanah.com</title>
	<atom:link href="https://hariankhazanah.com/kategori/detail/tokoh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hariankhazanah.com</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Nov 2025 13:42:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/06/cropped-favicon-80x80.png</url>
	<title>Tokoh &#8211; Hariankhazanah.com</title>
	<link>https://hariankhazanah.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pahlawan Pencerdas Bangsa: Dedikasi Sejati Sang Guru Besar Prof. Dr. Neviyarni S. M.S., Kons.</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/pahlawan-pencerdas-bangsa-dedikasi-sejati-sang-guru-besar-prof-dr-neviyarni-s-m-s-kons/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2025 13:42:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4391</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah – Di tengah peringatan Hari Pahlawan, yang setiap tahunnya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, bangsa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Padang, Khazanah</strong> – Di tengah peringatan <strong>Hari Pahlawan</strong>, yang setiap tahunnya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, bangsa Indonesia juga wajib menghormati mereka yang berjuang melalui jalur tanpa senjata: yaitu para pendidik. Sosok seperti <strong>Prof. Dr. Neviyarni S. M.S., Kons.</strong>, yang baru saja mengakhiri masa purna tugasnya sebagai Guru Besar di Universitas Negeri Padang (UNP), adalah representasi nyata dari <strong>pahlawan tanpa tanda jasa</strong> yang mendedikasikan hidupnya untuk <strong>mencerdaskan kehidupan bangsa</strong>.</p>
<p><strong>Perjuangan di Medan Ilmu Pengetahuan</strong></p>
<p>Selama puluhan tahun mengabdi di UNP, Prof. Dr. Neviyarni, yang lahir di Bukittinggi pada 09 November 1955, menjadikan ilmu Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai medan juangnya. Sebagai Guru Besar dengan pangkat Pembina Utama (IV/e), beliau tidak hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter dan mental generasi penerus bangsa.</p>
<p>Perjuangan beliau terangkum dalam dedikasi tridharma perguruan tinggi:</p>
<ol>
<li><strong> Melahirkan Generasi Berilmu</strong></li>
</ol>
<p>Jika para pahlawan kemerdekaan mempersiapkan fisik pemuda, Prof. Neviyarni mempersiapkan mental dan keilmuan mereka. Keberhasilannya meluluskan <strong>27 mahasiswa S1, 57 mahasiswa S2, dan 4 mahasiswa S3</strong> sejak tahun 2016 adalah bukti nyata kontribusi beliau dalam menyiapkan SDM unggul untuk pembangunan bangsa. Beliau membekali mahasiswa dengan ilmu vital seperti Manajemen BK, Konseling Kelompok, dan Psikologi Pendidikan.</p>
<ol start="2">
<li><strong> Karya Inovatif sebagai Senjata Intelektual</strong></li>
</ol>
<p>Dedikasi beliau dalam penelitian adalah sebuah komitmen untuk memastikan sistem pendidikan Indonesia terus maju. Karya-karya penelitiannya fokus pada inovasi layanan BK, termasuk:</p>
<ul>
<li><strong>Pengembangan Modul Layanan Informasi Daring</strong> untuk Meningkatkan Resiliensi Diri Peserta Didik Dampak Covid-19 (2021), menunjukkan respons cepat terhadap tantangan zaman.</li>
<li><strong>Model Layanan Informasi dengan Pendekatan SCL</strong> (2018).</li>
<li>Publikasi di jurnal internasional mengenai pengembangan model konseling, seperti <em>Development of group counseling model with trait and factor approach to increase maturity of students career choices</em>.</li>
</ul>
<p>Karya-karya ini, yang didukung pendanaan dari DIKTI dan BNPB, merupakan <strong>&#8220;senjata intelektual&#8221;</strong> yang terus memperkuat kualitas layanan pendidikan dan konseling di Indonesia.</p>
<ol start="3">
<li><strong> Teladan Multidimensi Sang Guru Besar</strong></li>
</ol>
<p>Tidak hanya berjuang di kampus, Prof. Neviyarni juga menunjukkan keteladanan dalam membagi peran antara dosen, pemimpin institusi (Koordinator Program Studi S3 BK FIP UNP ), dan keluarga. Keberhasilan beliau dalam mengintegrasikan peran profesional dan personal ini merupakan inspirasi nyata, membuktikan bahwa dedikasi publik dapat berjalan selaras dengan tanggung jawab domestik. Pengabdian masyarakatnya pun menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi, seperti menjadi Ketua dalam kegiatan <em>Peningkatan Resiliensi dalam Penyesuaian Diri Remaja Panti Asuhan</em> di Kota Pariaman (2019).</p>
<p>Penghargaan <strong>Satyalancana Karya Satya XXX</strong> dari Presiden Republik Indonesia pada tahun 2017 menjadi penutup manis atas pengabdian selama 30 tahun lebih, sebuah simbol pengakuan negara atas perjuangan beliau di bidang pendidikan.</p>
<p><strong>Purna Tugas, Abadi dalam Jasa      </strong></p>
<p>Memasuki masa purna tugas, Prof. Dr. Neviyarni S. M.S., Kons. meninggalkan warisan ilmu dan dedikasi yang tak ternilai bagi Universitas Negeri Padang dan dunia pendidikan konseling di Indonesia. Selamat purna tugas, Guru Besar.</p>
<p>Pada hari di mana kita mengenang para pahlawan, kita juga menghormati pahlawan pencerdas bangsa seperti Prof. Dr. Neviyarni S. M.S., Kons. Beliau telah membuktikan bahwa kontribusi sejati terhadap negara tidak selalu memerlukan mengangkat senjata, melainkan dengan mengangkat pena, mencurahkan ilmu, dan mendidik dengan hati.</p>
<p>Meskipun telah memasuki masa purna tugas, warisan ilmu dan semangat dedikasi beliau akan terus hidup melalui setiap lulusan dan karya ilmiah yang ditinggalkan. Dedikasi Prof. Dr. Neviyarni adalah esensi dari perjuangan Hari Pahlawan di era modern: <strong>Perjuangan yang membangun peradaban melalui kecerdasan bangsa.</strong></p>
<p>Keberhasilan Prof. Neviyarni tidak hanya terbatas di kampus. Di tengah kesibukan mengajar, meneliti, dan menjabat, beliau tetap memegang peran penting sebagai seorang ibu dan istri yang patut diteladani. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spirit Perjuangan Sitti Manggopoh Patut Terus Diwariskan Pada Generasi Muda Indonesia</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/spirit-perjuangan-sitti-manggopoh-patut-terus-diwariskan-pada-generasi-muda-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[John Edward Rhony]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2025 15:40:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Sitti Manggopoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4075</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Hariankhazanah.com&#160;&#8211; Spirit perjuangan Sitti Manggopoh yang melakukan perlawanan pada serdadu kolonial Belanda di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Padang, Hariankhazanah.com</strong>&nbsp;&#8211; Spirit perjuangan Sitti Manggopoh yang melakukan perlawanan pada serdadu kolonial Belanda di Nagari Manggopoh Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), pada 15 Juni 1908 patut diwariskan kepada generasi muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sitti Manggopoh seorang perempuan pemberani terbukti mampu menyerang markas Belanda di tengah malam hingga menewaskan 53 orang serdadu Belanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut terungkap pada diskusi buku “Sitti Manggopoh Pejuang Perempuan Dari Minangkabau (1881-1965), Senin (25/8/2025). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi yang dibuka Kepala Biro LKBN Antara Sumbar Syarif Abdullah itu menampilkan pembicara Ketua DPD SatuPena Sumbar Sastri Bakry dan Ketua Asosiasi Siti Manggopoh (ASM) Sumbar Basnurida, moderator Adv. Nur’aini . Penulis buku Armaidi Tanjung dan Dr. Hendri, S.Pd., M.Pd, Ketua Ikatan Keluarga Besar Manggopoh (IKBM) Padang Jufri Nur, Bendahara IKBM Padang Lendra Devina, pengurus dan anggota ASM Sumbar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Syarif Abdullah pada pembukaan menyebutkan, semangat Sitti Manggopoh tersebut, bisa dibangkitkan dan diwariskan kepada generasi muda. Tidak hanya sekedar diskusi buku, harus bisa lebih dari sekedar pewarisan semangat juang Sitti Manggopoh yang terkenal pemberani itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Sehingga ke depan sosok Sitti Manggopoh menjadi pendorong dan penyemangat agar makin banyak perempuan-perempuan Minang yang tampil dengan kemampuan yang dimilikinya,&#8221; katanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua Panitia, Hesti Nelvia menyatakan, diskusi buku Sitti Manggopoh&nbsp; yang diselenggarakan pada suasana peringatan HUT RI ke-80 sangatlah tepat. Melalui diskusi buku ini bagaimana&nbsp; kembali mengenang, menggali dan mewariskan nilai-nilai perjuangan dan keberanian yang sudah dilakukan Sitti Manggopoh dalam perlawanan terhadap serdadu Belanda di negerinya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Diskusi buku ini menjadikan spirit bagi peserta dan pembaca buku Sitti Manggopoh dalam membangun masyarakat ke arah yang lebih baik,” imbuhnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketua DPD SatuPena Sumbar, Sastri Bakry, menyebutkan, perempuan&nbsp; tidak boleh banyak di luar rumah, apalagi melakukan perkelahian yang dimulai dengan belajar silat bela diri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sitti berhasil membuktikan dirinya mampu berbuat melakukan perlawanan kepada Belanda yang bertugas” kata Sastri Bakry&nbsp; penerima penghargaan sebagai pelaku/penggiat sastra yang berkiprah selama 40 tahun dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa RI tahun 2025 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis buku Armaidi Tanjung dan Hendri, sepakat menyebutkan bahwa, Sitti Manggopoh merupakan perempuan pejuang dengan mental yang kuat, memiliki jiwa pengorbanan yang tinggi untuk mengusir Belanda dari negerinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sitti Manggopoh bersama pejuang lainnya yang semua laki-laki, sangat tidak suka melihat kurenah (perangai) serdadu Belanda yang bermarkas di Nagari Manggopoh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Selain pajak yang diterapkan Belanda memberatkan masyarakat, perilaku serdadu Belanda yang ada di Nagari Manggopoh sudah banyak melanggar norma-norma di masyarakat setempat. Dari hasil wawancara dengan masyarakat setempat, perbuatan yang tidak disukai masyarakat Manggopoh misalnya menculik anak perempuan yang masih perawan&nbsp; sesuka hati baik siang, sore,&nbsp; malam, bahkan memulangkan keesokan harinya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tindak tanduk Belanda ini menyebabkan masyarakat Manggopoh membenci serdadu Belanda,” katanya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Diskusi berakhir dengan tanya jawab yang antusias ingin mengetahui sosok mande Siti. (Murdiansyah Eko).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
