<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	 xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" >

<channel>
	<title>Headline &#8211; Hariankhazanah.com</title>
	<atom:link href="https://hariankhazanah.com/kategori/detail/headline/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hariankhazanah.com</link>
	<description>Berita Sumbar Terbaru dan Terkini Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jul 2026 11:16:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.7</generator>

<image>
	<url>https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/06/cropped-favicon-80x80.png</url>
	<title>Headline &#8211; Hariankhazanah.com</title>
	<link>https://hariankhazanah.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tolak Permohonan Kasasi Penggugat, MA Nyatakan PHK Dalas Swalayan Sah</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/tolak-permohonan-kasasi-penggugat-ma-nyatakan-phk-dalas-swalayan-sah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2026 10:36:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=5613</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah – Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan Penggugat FY (eks pekerja/karyawan Dalas Swalayan) dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazanah – Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA) menolak permohonan kasasi yang diajukan Penggugat FY (eks pekerja/karyawan Dalas Swalayan) dan menyatakan sah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan Tergugat (Dalas Swalayan). MA menilai perkara perselisihan hubungan industrial yang telah diputus Pengadilan Negeri Padang pada tingkat sebelumnya (<em>judex facti</em>) nomor : 12/Pdt.Sus-PHI/2025/PN Pdg tanggal 18 Desember 2025 sudah tepat dan tidak salah menerapkan hukum.</p>
<p>Putusan kasasi MA nomor : 409 K/Pdt.Sus-PHI/2026 tersebut tercatat dalam sistem e-court yang diputus Rabu (22/04/2026) dengan amar putusan kasasi “TOLAK”.</p>
<p>Dengan ditolaknya kasasi dari Penggugat oleh MA, maka putusan pada tingkat sebelumnya tetap berlaku dan sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).</p>
<p>Kuasa Hukum Dalas Swalayan, Budi Syahrial, SH mengatakan kliennya Dalas Swalayan sebagai pihak Tergugat telah memenangkan perkara ini pada tingkat sebelumnya di Pengadilan Negeri Padang, kemudian pihak Penggugat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung sebagai upaya hukum terakhir.</p>
<p>“Secara hukum, putusan perkara gugatan PHK antara Dalas Swalayan dengan FY ini sudah inkrah, tidak ada upaya hukum lainnya dan Dalas Swalayan dinyatakan sebagai pemenang,” jelas Budi saat dihubungi Khazanah melalui sambungan telpon, Senin (06/07/2026)</p>
<p>Lebih lanjut Budi yang sudah lebih dari 8 bulan mendampingi Dalas Swalayan dalam perkara ini menjelaskan, penolakan kasasi MA ini sekaligus mempertegas bahwa keputusan PHK yang dilakukan manajemen Dalas Swalayan terhadap FY karena melakukan pelanggaran berat sudah benar.</p>
<p>“Dengan penolakan ini, dapat diartikan perkara ini dinyatakan selesai dan keputusan Dalas Swalayan memberhentikan FY yang melakukan pelanggaran berat bersifat mendesak adalah keputusan yang tepat dan sah secara hukum dan perundang-undangan,” ujarnya.</p>
<p>Ia merasa sangat puas dengan putusan ini dan memastikan kliennya akan mematuhi putusan kasasi MA maupun putusan PN Padang sebelumnya.</p>
<p>“Dari awal saya meyakini, kami akan memanangkan perkara ini, karena bukti yang kita miliki dan fakta persidangan sangat jelas dan tidak terbantahkan oleh  Penggugat,” tukasnya.</p>
<p>Sementara itu, pimpinan dan Owner (pemilik) Dalas Swalayan, Irawati Meuraksa menyampaikan rasa syukur setelah menerima kabar tersebut dan menyatakan putusan kasasi MA itu sudah tepat.</p>
<p>“Alhamdulillah, kami bersyukur atas putusan ini setelah hampir 10 bulan proses gugatan perkaranya bergulir. Putusan Mahkamah Agung ini sudah tepat, adil sesuai fakta dan tidak mengada-ada. Dan memang saharusnya demikian, bahwa perbuatan yang dilakukan Penggungat tidak dapat dibenarkan secara hukum dan perundang-undangan, serta Peraturan Perusahaan, maupun norma yang berlaku di masyarakat”, ucap Irawati saat ditemui Khazanah di Dalas Swalayan, Jl. Andalas No. 38 Padang, Senin (06/07/2026)</p>
<p>Ira menegaskan, kasus ini menjadi pelajaran dan peringatan bagi seluruh karayawan, agar lebih hati-hati dan berpikir panjang untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum dan peraturan perundang-undangan serta peraturan perusahaan.</p>
<p>“Ini akan menjadi pelajaran bagi semua, bahwa tindakan yang melanggar hukum tidak dapat dibenarkan, dan perusahaan tidak akan mentolirir setiap tindakan yang dapat mencoreng nama baik perusahaan, mengganggu kenyaman kerja dan menghambat turunnya rezeki dari Allah” tegas Ira yang sangat konsen mengikuti perkembangan perkara ini.</p>
<p>Bergulirnya perkara gugatan ke Pengadilan Negeri Padang dilanjutkan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung ini berawal dari keputusan Dalas Swalayan memberhentian salah seorang karyawan yang melakukan pelanggaran berat bersifat mendesak dan tidak dapat ditolerir, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan.</p>
<p>Pelanggaran berat bersifat mendesak yang dilakukan karyawan tersebut adalah melakukan live tiktok di media sosial dengan kata-kata dan perbuatan yang tidak etis serta melanggar kesusilaan, dilakukan di ruangan kantor Dalas Swalayan dan memakai atribut perusahaan yang dapat merusak nama baik perusahaan.</p>
<p>Selain itu Penggugat juga melakukan perselingkuhan dan perbuatan asusila dengan rekan kerja yang merusak nama baik perusahaan dan memperlihatkan foto pornografi kepada rekan kerja yang dapat merusak mentalitas sosial dan kenyamanan kerja karyawan.</p>
<p>Pada putusan perkara MA Nomor 409 tersebut, pada halaman 6 dijelaskan bahwa Penggugat terbukti sering melakukan kesalahan-kesalahan yang dikategorikan kesalahan mendesak, yaitu melakukan <em>live</em> tik tok di saat jam kerja dan menggunakan seragam berikut nametag perusahaan dengan mengucapkan perkataan dan bahasa tubuh yang mengandung pornografi dan kesalahan-kesalahan terkait pornografi dan perselingkuhan dengan teman kerja, sehingga Penggugat dapat diputus hubungan kerja dengan hak-hak sesuai dengan ketentuan pasal 52 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja.</p>
<p>Hakim MA juga menilai dalil-dalil keberatan yang diajukan Penggugat atau Pemohon Kasasi tidak dapat dipertimbangkan ditingkat kasasi, karena penerapannya tidak sesuai pokok perkara dan bukti-bukti yang disampaikan para pihak.</p>
<p>Berdasarkan pertimbangkan tersebut, memperhatikan UU No. 13 Tahun 2023 tentang Ketenagakerjaan sebagaimana diubah dengan UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, UU No. 14 Tahun1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana yang telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004 dan perubahan kedua dengan UU No. 3 Tahun 2009 serta peraturan perudang-undangan lainnya, maka Hakim MA menyatakan Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Padang dalam perkara ini tidak bertentangan dengan hukum dan/atau undang-undang.</p>
<p>Sehingga dalam rapat musyawarah Majelis Hakim pada Mahkamah Agung pada tanggal 22 April 2026 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga dihadiri oleh Ketua Majelis dan hakim-hakim Ad Hoc PHI sebagai anggota dan Panitera Pengganti serta tidak dihadiri oleh para pihak, mengadili dan memutuskan ‘Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi FY tersebut dan membebankan biaya perkara kepada negara’. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perluas Jangkauan Edukasi, Unes Jalin Kerjasama dengan Radio ARBES FM</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/perluas-jangkauan-edukasi-unes-jalin-kerjasama-dengan-radio-arbes-fm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2026 16:23:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4864</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah — Universitas Ekasakti resmi menjalin kerjasama dengan Radio ARBES FM dalam penyebaran informasi dan edukasi kepada Masyarakat dengan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazanah — Universitas Ekasakti resmi menjalin kerjasama dengan Radio ARBES FM dalam penyebaran informasi dan edukasi kepada Masyarakat dengan Taglines “UNES Dengan ARBES Mercerdaskan &amp; Selalu Dihati”</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat rektorat UNES, Rabu (8/4/2026) dihadiri oleh Rektor UNES , Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd., didampingi Wakil Rektor I Dr. Ir. Dewirman Prima Putra, M.Si., Wakil Rektor II Dr. Susi Delmiati, S.H., M.H., serta jajaran pimpinan lainnya, seperti Dekan FISIPOL Drs. Tarma Sartima, M.Si., Ph.D., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Dr. Sumartono, S.Sos,M.Si para dosen Mufry Yendra, Yessy Maizona M.Pd, Ketua Promosi Wawan Sumartono, S.P., M.Si., Ketua LPM Adrian, M.T., Perpustakaan Yumi Ariati, M.Kom., serta Humas Unes Rudiyansa Putra, S.Sos.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-4866" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-08-at-19.08.47-180x130.jpeg" alt="" width="357" height="258" /></p>
<p>Dari pihak Radio hadir Direktur Radio ARBES FM,  H. Armeyn Khaidir dan Manager Marketing, Joni Irwanto.</p>
<p>Dalam sambutannya, Rektor UNES Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, M.Pd. menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat melalui media radio yang masih memiliki peran penting dalam penyebaran informasi.<br />
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghadirkan konten-konten edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas, sekaligus menjadi wadah bagi civitas akademika untuk berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone  wp-image-4867" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Image-2026-04-08-at-19.08.46-180x130.jpeg" alt="" width="356" height="257" /><br />
Kerjasama ini direncanakan mencakup berbagai program siaran edukasi, dialog interaktif, serta promosi kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang ada di Universitas Ekasakti. Radio Arbes FM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang inspiratif dan membangun kepada masyarakat.</p>
<p>Direktur Radio ARBES FM H. Armeyn Khaidir menyambut baik kerjasama ini. Ia menyampaikan bahwa siap mendukung program-program edukatif yang akan dikembangkan bersama Universitas Ekasakti.</p>
<p>Dengan terjalinnya kerjasama ini, diharapkan sinergi antara dunia akademik dalam hal ini Univeristas Ekasakti dan media dapat semakin kuat mencerdaskan bangsa. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Penyiaran untuk Ketahanan Bangsa di Era Digital</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/kolaborasi-penyiaran-untuk-ketahanan-bangsa-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 02:06:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4695</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Ardian, ST., M.I.Kom. Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang  &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;- Padang, Harian Khazanah &#8212; Setiap tanggal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: <strong>Ardian, ST., M.I.Kom.<br />
</strong><em>Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang</em></p>
<p><em> &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><strong>Padang, Harian Khazanah</strong> &#8212; Setiap tanggal 1 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas). Peringatan ini berakar dari sejarah berdirinya <em>Solosche Radio Vereeniging</em> (SRV) pada 1 April 1933, radio pribumi pertama di Indonesia, yang kemudian ditetapkan secara resmi melalui Keppres Nomor 9 Tahun 2019.</p>
<p>Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-93 pada 1 April 2026 menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran strategis penyiaran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Wujudkan Ketahanan Nasional”, peringatan tahun ini terasa semakin relevan di tengah derasnya arus digitalisasi dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.</p>
<p>Sebagai insan yang telah berkecimpung di dunia penyiaran sejak tahun 1995 sebagai penyiar radio, kemudian melanjutkan kiprah sebagai <em>News Presenter</em> televisi lokal di Padang pada 2006–2013,  saya memandang penyiaran tetap menjadi salah satu pilar utama ketahanan nasional.</p>
<p>Ketahanan nasional tidak lagi hanya dimaknai sebagai kekuatan pertahanan fisik atau militer. Ketahanan bangsa juga menyangkut kekuatan informasi, budaya, moral, dan sosial masyarakat. Dalam konteks inilah penyiaran memainkan peran yang sangat penting.</p>
<p>Hari ini, bangsa kita menghadapi tantangan yang tidak ringan. Informasi bergerak sangat cepat, bahkan sering kali melampaui proses verifikasi. Hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, serta polarisasi opini publik menjadi ancaman nyata bagi persatuan bangsa. Ruang digital yang terbuka lebar membawa manfaat besar, namun di saat yang sama juga menyimpan risiko yang tidak kecil.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, penyiaran harus hadir sebagai ruang informasi yang kredibel, edukatif, dan menyejukkan. Radio, televisi, dan platform digital berbasis siaran harus mampu menjadi penjernih informasi sekaligus penguat optimisme publik.</p>
<p>Di sinilah makna kolaborasi menjadi sangat penting.</p>
<p>Kolaborasi penyiaran tidak hanya berarti kerja sama antarlembaga media, tetapi juga sinergi antara penyiar, regulator, pemerintah, kampus, komunitas, dan masyarakat. Semua elemen ini harus bergerak bersama dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.</p>
<p>Sebagai mantan Komisioner KPID Sumbar (2014 – 2022), saya memandang regulator memiliki posisi yang sangat strategis dalam menentukan arah masa depan penyiaran nasional. Di tengah arus <em>disrupsi</em> (perubahan / inovasi teknologi baru) digital yang terus bergerak cepat, KPI dan KPID tidak cukup hanya hadir sebagai pengawas isi siaran, tetapi juga harus bertransformasi menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri penyiaran. Regulator perlu membuka ruang inovasi, mendorong peningkatan kualitas konten, serta menumbuhkan optimisme bagi lembaga penyiaran agar tetap relevan, adaptif, dan berdaya saing di tengah perubahan teknologi dan perilaku audiens.</p>
<p>Harapan besar saya tertuju kepada Komisi Penyiaran Indonesia agar tidak hanya dikenal sebagai lembaga yang identik dengan pengawasan, sanksi, dan pelanggaran, tetapi juga tampil sebagai institusi pembina yang memberi arah dan solusi. KPI perlu membangun ruang dialog yang konstruktif bersama para pelaku industri, akademisi, dan masyarakat sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak semata bersifat represif, melainkan juga edukatif dan transformatif.</p>
<p>Ke depan, KPI / KPID perlu mengambil peran yang lebih progresif, bukan sekadar  “<em>watchdog”</em>, tetapi juga enabler bagi pertumbuhan industri penyiaran. Peran ini dapat diwujudkan melalui peningkatan pemberian penghargaan terhadap program-program berkualitas seperti yang sudah berjalan selama ini, fasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penyusunan pedoman yang adaptif terhadap konvergensi media dan perkembangan platform digital. Dengan pendekatan yang kolaboratif, lembaga penyiaran akan memiliki ruang untuk tumbuh tanpa kehilangan orientasi pada fungsi edukasi, informasi, dan perekat sosial bangsa.</p>
<p>Bagi lembaga penyiaran, kehadiran KPI / KPID seharusnya bukan menjadi momok, melainkan sumber harapan untuk berkembang lebih baik. Ketika regulator dan industri mampu berjalan beriringan dalam semangat kolaborasi, maka kualitas penyiaran nasional akan meningkat secara signifikan. Pada titik inilah penyiaran tidak hanya menjadi medium informasi dan hiburan, tetapi juga kekuatan strategis dalam mewujudkan ketahanan nasional.</p>
<p>Sementara itu, dari perspektif akademik, perguruan tinggi memiliki peran besar dalam menyiapkan sumber daya manusia penyiaran yang profesional dan berintegritas. Mahasiswa komunikasi hari ini harus dibekali bukan hanya keterampilan teknis berbicara di depan mikrofon atau kamera, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan tanggung jawab etik.</p>
<p>Sebagai dosen, saya melihat tantangan terbesar generasi muda penyiaran saat ini adalah bagaimana menjaga kualitas konten di tengah budaya serba cepat dan viral. Mahasiswa komunikasi dan penyiaran harus dibekali dengan kemampuan teknis, etika profesi, literasi digital, serta kesadaran kebangsaan yang kuat.</p>
<p>Konten yang menarik tidak boleh mengorbankan akurasi.</p>
<p>Popularitas tidak boleh mengalahkan tanggung jawab sosial.</p>
<p>Pengalaman saya di radio sejak 1995 hingga sekarang menunjukkan bahwa media penyiaran masih memiliki kekuatan emosional yang sangat besar. Radio, misalnya, tetap menjadi medium yang dekat dengan masyarakat. Ia hadir menemani aktivitas sehari-hari, menjadi ruang dialog, sekaligus jembatan informasi yang cepat dan akrab.</p>
<p>Di sisi lain, televisi dan media digital menghadirkan kekuatan visual dan jangkauan yang lebih luas. Ketika seluruh platform ini saling mendukung, maka penyiaran akan menjadi instrumen yang sangat efektif dalam memperkuat ketahanan nasional.</p>
<p>Karena itu, Harsiarnas ke-93 harus menjadi titik penguatan komitmen bersama bahwa penyiaran bukan sekadar industri hiburan, melainkan bagian dari pembangunan peradaban bangsa.</p>
<p>Penyiaran yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sehat dalam berpikir.</p>
<p>Penyiaran yang berkualitas akan memperkuat persatuan, menjaga nilai kebangsaan, dan menumbuhkan optimisme menuju Indonesia yang tangguh.</p>
<p>Selamat Hari Penyiaran Nasional ke-93, Kolaborasi Penyiaran, Wujudkan Ketahanan Nasional. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Anak Sholeh Santika 2026 Kembali Hadir, Lebih Semarak dengan Lomba Busana Muslim dan Hafalan Juz Amma</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/festival-anak-sholeh-santika-2026-kembali-hadir-lebih-semarak-dengan-lomba-busana-muslim-dan-hafalan-juz-amma/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 04:59:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4610</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah &#8212; Setelah sukses diselenggarakan tahun lalu dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, Hotel Santika Premiere Padang kembali menghadirkan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazanah &#8212; Setelah sukses diselenggarakan tahun lalu dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, <strong>Hotel Santika Premiere Padang</strong> kembali menghadirkan <em>Festival Anak Sholeh Santika 2026</em>. Mengusung tema <em>“Semarak Kebaikan, Ceria dalam Keimanan”</em>, kegiatan ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 14 Maret 2026 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone  wp-image-4621" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/02/Picture2-180x130.jpg" alt="" width="356" height="257" /></p>
<p>Secara konsep, festival tahun ini masih menghadirkan suasana kompetisi Islami yang edukatif dan penuh keceriaan seperti tahun sebelumnya. Namun, untuk lebih memperkaya pengalaman peserta, tahun ini terdapat kategori lomba baru, yaitu Lomba Busana Muslim dan Lomba Hafalan Juz Amma.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone  wp-image-4620" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/02/Picture3-180x130.jpg" alt="" width="348" height="251" /></p>
<p>Adapun kategori lomba yang akan digelar meliputi Lomba Adzan untuk usia 6–11 tahun dan 12–14 tahun, Lomba Da’i Cilik untuk usia 9–12 tahun dan 13–15 tahun, Lomba Hafalan Juz Amma untuk usia 8–12 tahun, serta Lomba Busana Muslim untuk usia 8–13 tahun kategori putra dan putri.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone  wp-image-4619" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/02/Picture4-180x130.jpg" alt="" width="349" height="252" /></p>
<p>Director of Sales, Alvin Yusman, mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen hotel dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda melalui kegiatan yang positif selama bulan Ramadan.</p>
<p>“Kami ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk tampil percaya diri, menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai Islam, sekaligus mempererat kebersamaan keluarga di momen Ramadan,” ujarnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone  wp-image-4618" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/02/Picture5-180x130.jpg" alt="" width="348" height="251" /></p>
<p>Dengan biaya pendaftaran sebesar IDR 155.000 nett, peserta akan mendapatkan paket berbuka puasa untuk 1 orang, sertifikat, goodie bag, serta voucher Kayu Manis Food Court senilai Rp50.000. Untuk orang tua atau pendamping yang ingin berbuka bersama, tersedia paket pendamping seharga IDR 190.000 nett.</p>
<p>Selain hadiah berupa uang tunai, bingkisan, dan voucher menarik, festival ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pengalaman berharga bagi anak-anak untuk tampil di panggung hotel berbintang dengan suasana profesional dan penuh apresiasi.</p>
<p>Untuk informasi dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi panitia di 0812 6751 9074 atau melalui tautan pendaftaran yang tersedia di media sosial resmi Hotel Santika Premiere Padang. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keliling Dunia Saat Berbuka, Konsep Ramadan Terbaru di Santika Premiere dan Amaris Padang</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/keliling-dunia-saat-berbuka-konsep-ramadan-terbaru-di-santika-premiere-dan-amaris-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2026 05:08:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Sabana Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4599</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah &#8211; Dalam menyambut Ramadan tahun ini, Hotel Santika Premiere Padang menghadirkan tema Majestic World Iftar, sebuah pengalaman berbuka...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazanah &#8211; Dalam menyambut Ramadan tahun ini, Hotel Santika Premiere Padang menghadirkan tema <strong><em>Majestic World Iftar</em></strong>, sebuah pengalaman berbuka puasa yang mengajak tamu menjelajahi ragam cita rasa dari berbagai belahan dunia. Melalui buffet internasional, tamu dapat menikmati hidangan khas Meksiko, India, Italia, Jepang, Thailand, hingga Malaysia dalam suasana Ramadan yang hangat. Kehadiran live cooking station menambah sentuhan interaktif, menghadirkan proses penyajian yang segar dan lebih dekat dengan tamu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4606" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/02/1-2-180x130.jpeg" alt="" width="359" height="259" /></p>
<p>Program ini ditawarkan dengan harga IDR 234.000 nett per orang, serta tersedia pilihan private buffet mulai IDR 199.000 nett per orang dengan minimal pemesanan 20 orang, memberikan fleksibilitas bagi keluarga, komunitas, maupun perusahaan untuk berbuka bersama dengan nyaman.</p>
<p>Bagi tamu yang menginginkan suasana lebih intim dan eksklusif, tersedia program Iftar in Grandeur di The Atmosphere Sky Lounge. Berlokasi di rooftop, pengalaman berbuka ini menghadirkan panorama kota dan laut Padang saat matahari terbenam dalam konsep fine dining. Menu disajikan langsung ke meja tanpa antre, terdiri dari hidangan pembuka, sup, pilihan menu utama, serta dessert khas Ramadan. Program ini ditawarkan dengan harga IDR 345.000 nett per orang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4601" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2026/02/3-1-180x130.jpeg" alt="" width="360" height="260" /></p>
<p>Sementara itu, Amaris Hotel Padang menghadirkan konsep Simple &amp; Comfort Iftar yang menonjolkan suasana santai, praktis, dan terjangkau. Tamu dapat menikmati set menu seharga IDR 69.000 nett per orang atau buffet seharga IDR 123.000 nett per orang dengan minimal pemesanan 20 orang, menjadikannya pilihan berbuka yang hangat dan mudah dinikmati bersama.</p>
<p>Sebagai nilai tambah, tamu dapat memperoleh diskon 10% melalui pembelian voucher berbuka puasa di aplikasi MyValue, memberikan kemudahan reservasi sekaligus manfaat lebih dalam merencanakan momen berbuka bersama.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Radio Sedunia 2026: “Saat AI Mengudara, Radio Tetap Manusia”</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/hari-radio-sedunia-2026-saat-ai-mengudara-radio-tetap-manusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 02:55:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4589</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : ARDIAN “UUNK” YONAS Dosen Komunikasi Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang, Komisoner KPID Sumbar 2014 -2022, Penyiar Radio...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : ARDIAN “UUNK” YONAS</strong></p>
<p><strong>Dosen Komunikasi Penyiaran Islam UIN Imam Bonjol Padang, Komisoner KPID Sumbar 2014 -2022, Penyiar Radio Arbes FM 1995 &#8211; Sekarang</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Padang, Khazanah</strong> &#8212; Setiap 13 Februari, dunia memperingati Hari Radio Sedunia. Tahun 2026 tema “Radio and Artificial Intelligence” (Radio dan Kecerdasan Buatan) terasa begitu dekat dengan realitas industri penyiaran hari ini. Radio tidak lagi hanya soal pemancar, antena, dan ruang siar berperedam suara. Radio kini hidup di tengah era digital, algoritma, dan kecerdasan buatan.</p>
<p>Di era ini, algoritma menentukan banyak hal, lagu apa yang direkomendasikan, berita apa yang muncul di beranda, hingga konten audio mana yang dianggap relevan bagi pendengar. AI membantu industri radio membaca data audiens, menyusun playlist otomatis, membuat transkrip siaran, bahkan menghasilkan naskah berbasis tren terkini. Semua serba cepat, presisi, dan efisien.</p>
<p>Namun di balik kecanggihan itu, ada satu pertanyaan yang sering muncul: apakah radio akan kehilangan jiwanya?</p>
<p>Sebagai seseorang yang menekuni profesi penyiar radio sejak tahun 1995, saya merasakan betul perubahan itu. Dulu, kami memutar lagu dari CD, kaset, bahkan piringan hitam. Menyusun playlist dilakukan manual. Telepon interaktif berdering tanpa henti, dan suara pendengar yang gugup di ujung sana menjadi warna tersendiri dalam siaran. Tidak ada algoritma yang memberi tahu lagu apa yang sedang tren, yang ada hanya insting, rasa, dan kedekatan dengan pendengar.</p>
<p>Kini, layar monitor penuh dengan data: grafik demografi, durasi dengar, engagement rate. Semua terukur. Semua bisa dianalisis. Sebagai penyiar lama, tentu ada rasa kagum. Teknologi memudahkan banyak hal. Tapi di saat yang sama, ada kerinduan pada momen-momen spontan ketika tawa di ruang siar tidak bisa direkayasa, ketika jeda hening justru terasa paling jujur.</p>
<p>Bagi saya, AI bukan ancaman. Ia adalah alat. Radio tetap tentang manusia yang berbicara kepada manusia lain. Tidak ada algoritma yang bisa menggantikan getaran emosi ketika menyampaikan kabar duka, atau antusiasme saat memutar lagu yang membawa kenangan bagi ribuan pendengar. Kehangatan suara, empati, dan keberpihakan pada publik adalah nilai yang tak tergantikan.</p>
<p>Kondisi radio hari ini memang menantang. Ia harus bersaing dengan podcast, platform streaming, dan konten berbasis algoritma. Namun radio juga berevolusi, hadir dalam bentuk live streaming, siaran multiplatform, dan interaksi digital. Radio yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya akan tetap relevan.</p>
<p>Lalu bagaimana radio bertahan di era ini?</p>
<p>Pertama, beradaptasi tanpa kehilangan identitas. Radio tidak bisa menolak teknologi, tetapi juga tidak boleh kehilangan sentuhan manusia. AI digunakan sebagai alat bantu, sementara penyiar tetap menjadi ruh siaran.</p>
<p>Kedua, hadir di berbagai platform. Radio kini tidak hanya mengudara melalui frekuensi FM/AM, tetapi juga melalui streaming, aplikasi, dan podcast. Siaran bisa diputar ulang, dibagikan, dan diakses kapan saja. Radio yang multiplatform memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau generasi baru.</p>
<p>Ketiga, menguatkan konten lokal dan kedekatan emosional. Algoritma mungkin bisa merekomendasikan lagu, tetapi tidak bisa menggantikan sapaan personal, humor spontan, atau empati saat menyampaikan isu lokal. Radio bertahan karena ia terasa dekat seolah berbicara langsung kepada kita.</p>
<p>Keempat, membangun komunitas. Radio yang kuat adalah radio yang memiliki pendengar loyal. Interaksi melalui media sosial, kegiatan off-air, hingga kolaborasi komunitas membuat radio tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.</p>
<p>Dalam perjalanan saya dari 1995 hingga hari ini, saya belajar bahwa radio selalu berubah bentuk, tetapi tidak pernah kehilangan jiwa. Dari kaset ke komputer, dari ruang siar analog ke sistem berbasis AI, mikrofon tetap menjadi jembatan antara hati dan telinga.</p>
<p>Hari Radio Sedunia 2026 bukan hanya perayaan teknologi, tetapi juga pengingat bahwa di balik algoritma dan kecerdasan buatan, radio tetap tentang manusia. Tentang suara yang menemani perjalanan pagi, tentang cerita yang menguatkan malam hari.</p>
<p>Bagaimana merayakan Hari Radio Sedunia 2026?</p>
<p>Kita bisa merayakannya dengan membuat siaran reflektif tentang perjalanan radio dari analog ke digital. Mengundang pendengar lama untuk berbagi kenangan. Menggelar diskusi tentang etika AI dalam penyiaran. Mengapresiasi kru teknis, produser, reporter, dan semua yang bekerja di balik layar. Atau sesederhana menyalakan radio dan benar-benar mendengarkannya, tanpa tergesa.</p>
<p>Bagi saya pribadi, setiap 13 Februari adalah pengingat bahwa meski zaman berubah, esensi radio tetap sama: menghadirkan suara yang menemani. Dari tahun 1995 hingga 2026, dari kaset ke kecerdasan buatan, satu hal yang tidak berubah adalah rasa ketika mikrofon menyala dan saya berkata, “Selamat malam, pendengar setia…”</p>
<p>Dan selama masih ada suara penyiar yang tulus dan pendengar yang setia, radio akan terus bertahan, bukan karena ia paling canggih, tetapi karena ia paling dekat. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KPPI Sumbar Serahkan Bantuan, Armiati: Pemerintah Harus Siapkan Data Warga Terdampak Banjir</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/kppi-sumbar-serahkan-bantuan-armiati-pemerintah-harus-siapkan-data-warga-terdampak-banjir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2025 15:37:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4493</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Khazanah &#8212; Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Barat menyerahkan langsung bantuan kepada warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Khazanah &#8212; Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Sumatera Barat menyerahkan langsung bantuan kepada warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh dan warga Kurao Pagang, Kecamatan Naggalo yang terdampak musibah banjir bandang di kota Padang dalam program “Berbagi Bantuan”.</p>
<p>Bantuan berupa sembako, uang tunai dan peralatan memasak tersebut diserahkan Ketua DPD KPPI Sumbar Armiati, Rabu (24/12/2025) langsung kepada warga yang terdampak banjir bandang di kota Padang didampingi para pengurus dan anggota KPPI Sumbar.</p>
<p>“Kami sengaja langsung menyerahkan bantuan tersebut ke warga yang terdampak banjir, agar bisa langsung diterima oleh warga yang membutuhkan. Selain itu kami juga ingin melihat secara dekat kondisi warga yang ditimpa musibah, tertama ibu-ibu yang paling merasakan dampak dari bencana ini”, kata Armiati kepada Khazanah melalui sambungan telpon.</p>
<p>Armiati meyakini bahwa saat ini banyak bantuan yang diberikan oleh para donatur menumpuk di posko dan tidak terdistribusikan secara baik ke warga yang benar-benar membutuhkan.</p>
<p>“Keluhan dari warga yang kami temui dilapangan, memang demikian, bantuan menumpuk di posko dan pembagiannya tidak merata, tidak sampai kepada warga yang membutuhkan, terutama kepada ibu-ibu”, ucap Ketua DPD KPPI Sumbar periode 2021 – 2026 tersebut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4494" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/2-1-180x130.jpeg" alt="" width="362" height="261" /></p>
<p>Melihat dan mendengar langsung keluhan ibu-ibu yang terdampak musibah banjir di kota Padang, membuat hati para politisi perempuan yang tergabung dalam KPPI Sumbar yang turun langsung ke lokasi bencana tersebut terenyuh, dan miris melihat kenyataan dilapangan.</p>
<p>“Sebagai sesama perempuan, kita sangat sedih dan prihatin melihat ibu-ibu yang berlari kesana, kesini mengejar mobil yang datang menyerahkan bantuan. Lalu memelas seperti mengemis kepada mereka yang datang, terkorbankan rasanya harga diri, sebagai perempuan, sedih kami melihatnya”, kata Armiati dengan nada parau, menceritakan saat berkunjung ke lokasi bencana bersama timnya.</p>
<p>Ia berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan persoalan dilapangan dan menangani bencana ini secara baik dan terkoordinasi, terutama dalam hal pendataan warga yang terdampak bencana banjir, sehingga bantuan yang diterima sesuai kebutuhan dan terdistribusikan secara baik.</p>
<p>“Yang kita butuhkan saat ini adalah data warga yang terdampak bencana. Kita tidak tahu persis siapa saja yang rumahnya hanyut terbawa banjir, siapa warga yang anggota keluarganya hilang, tidak ada datanya. Harus ada informasi yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan tepat guna dan tepat sasaran, jangan kita memberikan bantuan sembako, tetapi tidak bisa digunakan, karena kompor memasaknya tidak ada, penanak nasi tidak ada, bagaimana mereka bisa makan”, jelas politisi perempuan dari partai PPP Sumbar ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4497" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/3-1-180x130.jpeg" alt="" width="358" height="258" /></p>
<p>Menurutnya, data itu sangat penting dan harus terpublikasikan dengan baik, sehingga masyarakat atau para donatur tahu apa yang harus mereka siapkan untuk disumbangkan.</p>
<p>“Saat ini media sosial sudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, kenapa tidak dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menginformasikan data yang akurat dan detail tentang warga yang terdampak banjir tersebut. Tinggal menugaskan RT, RW dan Lurah setempat, lalu diceck kebenarannya dan diekspos ke medsos serta media online, diawasi pelaksanaannya, pasti akan sangat membantu dalam penanggulangan bencana ini secara cepat,” lanjutnya.</p>
<p>Para donatur, lanjut Armiati pasti menginginkan bantuannya sampai kepada warga yang membutuhkan, sehingga akan bermanfaat.</p>
<p>“Jangan sampai mereka yang hanya rumahnya terkena banjir sedikit, namun mendapat bantuan lebih banyak, sementara ibu-ibu yang sudah tidak punya rumah dan berjuang untuk kelangsungan hidup keluarganya, tidak mendapatkan apa-apa, ini harus jadi perhatian”, tegasnya.</p>
<p>Saat ditanya Khazanah pendapatnya tentang status bencana nasional, Armiati menjawab sudah seharusnya pemerintah menetapkan bencana di Sumatera Barat tersebut sebagai bencana nasional, karena dampaknya sudah sangat luas dan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4495" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/1-1-180x130.jpeg" alt="" width="359" height="259" /></p>
<p>“Bukan hanya jumlah kerugian atau jumlah korban jiwa yang dihitung untuk menetapkan status bencana nasional, tetapi dampaknya sudah sangat meluas sampai ke masyarakat yang tidak terdampak bencanapun terkana imbasnya, harga sembako naik. Tadi siang saya dapat kabar saat ini terjadi lagi banjir di Maninjau, kondisinya mengkhawatirkan, sementara pemerintah daerah belum sanggup memulihkan keadaan dan dampak bencana ini, karena keterbatasan anggaran, seharusnya pemerintah pusat mempertimbangkan hal ini”, pintanya.</p>
<p>Diakhir pembicaraan dengan Khazanah, Ketua DPD KPPI Sumbar Armiati menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota KPPI Sumbar yang telah berpartisipasi dalam program Berbagi Bantuan tahap pertama tersebut.</p>
<p>“Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada anggota KPPI Sumbar yang telah memberikan bantuan serta tim yang langsung hadir ke lokasi bencana; Yeni S Tanjung (PDIP), buk Irawati  Meuraksa (PAN), Nurhasni (Golkar), buk Devi (PKB), buk Maiyofa (Gerindra), buk Linda (Golkar), buk Mila (Gerindra), buk Emma (Golkar) dan Nurmeli (PDIP). Insya Allah kita akan terus mengumpulkan donasi untuk warga yang terdampak banjir dan akan kita serahkan ditahap berikutnya”, tukas Armiati menutup pembicaraan melalui sambungan telpon dengan Khazanah. (JJ)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalas Swalayan Serahkan Bantuan untuk Karyawan Terdampak Banjir Bandang</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/dalas-swalayan-serahkan-bantuan-untuk-karyawan-terdampak-banjir-bandang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jejeng Azwardi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 16:25:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4475</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Harian Khazanah – Banjir Bandang yang melanda kota Padang pada 27 dan 28 November 2025 lalu menelan banyak korban...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang, Harian Khazanah – Banjir Bandang yang melanda kota Padang pada 27 dan 28 November 2025 lalu menelan banyak korban jiwa, ratusan rumah hancur, sawah dan fasilitas umum rusak berat. Update dari BNPB mencatat 11 orang meninggal dunia, luka-luka 31 orang, puluhan ribu orang mengungsi, 580 rumah rusak berat 24 fasilitas umum rusak, 2 puskesmas, 17 sekolah, 5 mesjid dan 3 jembatan.</p>
<p>Bencana di kota Padang tersebut juga berdampak pada beberapa karyawan Dalas Swalayan dan Smile Market (DS Group), rumah mereka dihantam banjir, bahkan ada rumahnya hilang tersapu banjir bandang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4481" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-14.50.48-180x130.jpeg" alt="" width="356" height="257" /></p>
<p>“Rumah kami hilang, hanyut semua dibawa banjir galodo dan hantaman kayu besar, tidak ada yang tersisa,” tutur Rani, salah seorang karyawan Dalas Swalayan kepada tim dari DS Group yang berkunjung ke rumah tempat ia mengungsi bersama keluarga di kawasan by pass Padang, Sabtu (08/12/2025)</p>
<p>Rumah Rani di kawasan Batu Busuk, Lambung Bukik, kecamatan Pauh kondisinya rata terbawa banjir, dan lokasi tersebut sekarang sudah tidak bisa dibangun kembali, karena dinyatakan daerah rawan bencana aliran banjir bandang, sehingga warga tidak diperbolehkan membangun kembali atau tinggal disana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4477" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/2-180x130.jpeg" alt="" width="353" height="255" /></p>
<p>Tidak hanya Rani yang terkena musibah, Sonia salah seorang karyawan Smile Market (DS Group) yang juga tinggal di kawasan Batu Busuk mengalami hal yang sama, rumahnya tidak bisa ditempati, karena berada di pinggir tebing yang setiap saat bisa runtuh dan menghantam rumahnya.</p>
<p>“Gak bisa ditempati lagi rumahnya, sudah dilarang tinggal disana, karena rawan longsor dan banjir bandang yang setiap saat bisa saja terjadi”, ungkap Sonia yang terpaksa mengungsi beberapa hari di masjid At-Taqwa Kapalo Koto bersama ratusan warga lainnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4479" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-14.49.52-180x130.jpeg" alt="" width="352" height="254" /></p>
<p>Ari, karyawan Dalas Swalayan rumahnya berada di kawasan Pasar Baru, Cupak Tangah, kecmatan Pauh juga terdampak banjir bandang yang membawa tumpukan lumpur ke dalam rumahnya yang posisinya bersebelahan dengan SMA Negeri 9 Padang yang juga terdampak banjir.</p>
<p>“Hampir setinggi pinggang lumpur dalam rumah, semua perabotan hancur dan barang elektronik rusak, gak ada yang bisa dipakai lagi, tidak ada air bersih, air PDAM dan listrik juga mati”, ujar Ari sambil menunjukkan lokasi rumahnya yang terendam lumpur kepada tim manajemen Dalas Swalayan yang berkunjung kesana.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4478" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/3-180x130.jpeg" alt="" width="352" height="254" /></p>
<p>Kedatangan tim manajemen Dalas Swalayan ke lokasi bencana tersebut untuk melihat dari dekat kondisi karyawan dan keluarganya yang terdampak banjir bandang dan menyerahkan bantuan dari perusahaan dan karyawan DS Group.</p>
<p>“Kami datang ke sini untuk melihat saudara kami, karyawan Dalas Swalayan dan Smile Market yang terkena musibah banjir. Atas nama pimpinan dan seluruh karyawan, kami menyampaikan rasa prihatin dan berduka terhadap musibah yang menimpa, semoga keluarga tetap sabar dan terus berusaha memperbaiki kondisi ini”, kata Neneng Hasanah, Store Manager Smile Market didampingi karyawan lainnya saat menyerahkan bantuan kepada keluarga karyawan yang terdampak banjir.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4480" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-14.49.53a-180x130.jpeg" alt="" width="352" height="254" /></p>
<p>Bantuan berupa sembako, pakaian dan uang tunai diserahkan kepada 3 orang karyawan, Rani, Sonia dan Ari yang diterima langsung oleh orang tuanya.</p>
<p>“Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat membantu meringankan beban keluarga yang terkena musibah, dan teman-teman bisa kembali bekerja seperti biasa”, ucap Neneng mewakili manajeman DS Group.</p>
<p>Sementara itu, pimpinan Dalas Swalayan Irawati Meuraksa yang dihubungi Khazanah sedang berada diluar kota untuk suatu tugas yang tidak bisa ditinggalkan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-4482" src="https://hariankhazanah.com/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-14.49.53-180x130.jpeg" alt="" width="359" height="259" /></p>
<p>“Saya kemairn sudah menghubungi anak-anak saya, karyawan DS Group yang terdampak banjir bandang dan menyampaikan turut prihatin terhadap musibah yang menimpa”, ujar Irawati dari sambungan telpon.</p>
<p>Ia berharap kondisi ini akan cepat pulih dan karyawan yang terdampak banjir bisa kembali bekerja, dan mohon maaf tidak bisa ke sana, karena sedang berada diluar kota<strong>. (JJ)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tokoh Muda Ranah Minang, Oldsan Terpilih Sebagai Komissioner KPID Sumbar</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/tokoh-muda-ranah-minang-oldsan-terpilih-sebagai-komissioner-kpid-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Faisal Budiman]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 02:21:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalis]]></category>
		<category><![CDATA[Kpid]]></category>
		<category><![CDATA[muda]]></category>
		<category><![CDATA[penyiaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4471</guid>

					<description><![CDATA[Padang-Meski bukan terlahir dari dunia penyiaran, namun Oldsan Bayu Pradipta, S.H., M.H, tokoh muda yang punya talenta di berbagai bidang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Padang-Meski bukan terlahir dari dunia penyiaran, namun Oldsan Bayu Pradipta, S.H., M.H, tokoh muda yang punya talenta di berbagai bidang termasuk dunia jurnalistik dipercaya menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Sumatera Barat. </p>
<p>Oldsan dipercaya sebagai anggota KPID telah lolos dalan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar masa jabatan 2025–2028 kepada pimpinan DPRD Sumbar yang digelar DPRD Sumbar.</p>
<p>Kecintaannya terhadap dunia jurnalistik termasuk penyiaran, inilah yang membuka jalannya untuk ikut dalam bursa pemilihan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Barat</p>
<p>Pria asal Labuan Tanjak, Air Haji, Pesisir Selatan juga terlibat dalam kegiatan peliputan selama terlibat dalam organisasi, seperti organisasi olahraga KONI dan  Esport Sumatera Barat dan ikut terlibat dalam pembuatan media online tv, seperti Kiambang TV (Yotube) dan Newstoday (tiktok).</p>
<p>Oldsan Juga dikenal tidak hanya pandai menyusun narasi publik, tetapi juga lihai membangun jejaring lintas sektor terutama di ranah seni, olahraga, budaya, dan media. Reputasinya yang tumbuh dari bawah membuat banyak komunitas muda melihatnya sebagai figur representatif yang dekat dengan akar dan realita di lapangan.</p>
<p>Kepeduliannya terhadap daerah menjadi alasan bagi Oldsan untuk terlibat dalam dunia penyiaran. Berkat pengalaman itu, Oldsan yang lahir 11 Oktober 1990 tercatat sebagai lulusan Pasca Sarjana Universitas Pajajaran, pada tahun 2025 ini terpilih sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Sumatera Barat.  </p>
<p>Amanah sebagai regulator penyiaran tentu menjadi sebuah tantangan besar, di tengah pesatnya teknologi informasi yang ikut memengaruhi iklim industri penyiaran.  Oldsan memiliki visi, “Menata Sistem Penyiaran Yang Lebih Demokratis di Era Digitalisasi”. Sebagai seorang putra tanah Pessel, Olsand menilai harus ada penguatan peran KPID sebagai perwakilan masyarakat dalam mendorong lahirnya program siaran di lembaga penyiaran yang menjunjung tinggi kearifan lokal. </p>
<p>Sedangkan sebagai langkah strategis menghadapi era digitalisasi, kehadiran Undang-Undang Penyiaran yang baru harus didorong untuk segera disahkan. Menurutnya, regulasi baru tersebut dibutuhkan  untuk kembali mempertegas pengaturan diversifikasi konten dan diversifikasi kepemilikan lembaga penyiaran di era digitalisasi penyiaran. (**)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasca Bencana di Sumbar, 4 Jembatan Bailey Dibangun Personil Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol</title>
		<link>https://hariankhazanah.com/pasca-bencana-di-sumbar-4-jembatan-bailey-dibangun-personil-kodam-xx-tuanku-imam-bonjol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[John Edward Rhony]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2025 11:25:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hariankhazanah.com/?p=4454</guid>

					<description><![CDATA[Padang, Hariankhazanah.com&#160;&#8211; Kerusakan parah pada sejumlah jembatan penghubung di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pasca bencana menyebabkan terputusnya akses vital bagi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Padang, Hariankhazanah.com</strong>&nbsp;&#8211; Kerusakan parah pada sejumlah jembatan penghubung di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pasca bencana menyebabkan terputusnya akses vital bagi warga, sehingga menghambat mobilitas, distribusi logistik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibatnya, aktivitas ekonomi di berbagai kecamatan dan nagari jadi terhambat hingga menuntut adanya penanganan cepat agar wilayah terdampak dapat kembali pulih dan berfungsi normal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Presiden Republik Indonesia, memberikan arahan langsung kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak untuk memimpin sebagai Dansatgas pembangunan jembatan bailey dalam rangka percepatan pemulihan infrastruktur pasca bencana.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) mengerahkan personel terbaiknya untuk membangun empat jembatan Bailey di titik-titik strategis yang menjadi akses utama masyarakat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembangunan ini menjadi prioritas karena, kerusakan akses transportasi telah menimbulkan berbagai kendala, mulai dari terhambatnya pergerakan warga hingga sulitnya distribusi bantuan dan bahan kebutuhan pokok.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk itu, satgas pembangunan jembatan bailey Kodam XX/TIB bergerak cepat melakukan percepatan pembangunan di empat lokasi terdampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga saat ini, progres pembangunan menunjukkan perkembangan signifikan. Di jembatan bawah Kubang yang menghubungkan Nagari Salayo dengan Nagari Koto Hilalang, Kabupaten Solok, pengerjaan sepanjang 21 meter telah mencapai 58 persen. Jembatan ini menjadi penghubung penting antarwilayah yang terdampak kerusakan cukup berat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, pembangunan Jembatan Sikabau sepanjang 18 meter telah mencapai progres 63 persen. Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sikabau dengan Ranah Koto Tinggi, Kabupaten Pasaman Barat ini menjadi salah satu yang paling cepat dikerjakan karena aksesnya sangat dibutuhkan masyarakat setempat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lokasi lain, pembangunan jembatan Supayang sepanjang 39 meter yang menghubungkan Nagari Paninggahan dengan wilayah Kabupaten Solok saat ini baru mencapai 25 persen.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adapun Jembatan Padang Mantuang yang menghubungkan Nagari Kuranji Hulu/Luhuang dengan jaringan jalan Padang Pariaman masih berada pada progres awal, yaitu 5 persen dari total panjang 36 meter.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada,&nbsp; menegaskan bahwa, seluruh proses pembangunan dilakukan secara terukur dan dipercepat untuk memenuhi arahan presiden melalui Kasad sebagai Dansatgas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sebagai pelaksana di lapangan, kami menjalankan instruksi Presiden melalui Kasad sebagai Dansatgas. Empat jembatan ini sangat krusial karena merupakan akses utama masyarakat. Kami terus bekerja maksimal agar dapat segera difungsikan kembali,” kata Pangdam, Rabu (10/12/2025).&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan progres yang terus meningkat, pembangunan empat jembatan bailey ini diharapkan, dapat segera memulihkan konektivitas dan mempercepat normalisasi aktivitas masyarakat di wilayah Sumbar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Pembangunan ini juga menjadi langkah strategis dalam pemulihan mobilitas pasca bencana,&#8221; imbuhnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kodam XX/TIB bersama seluruh jajaran TNI AD berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, memberikan bantuan nyata, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam percepatan penanganan dan pemulihan kondisi pasca bencana di Sumbar. (Murdiansyah Eko)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
